Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

BANÁN #3 Representasi Perempuan dalam Star Trek: The Original Series’s “Elaan of Troyius”

Gambar
“Elaan of Troyius” adalah salah satu episode Star Trek: The Original Series yang aku anggap tidak pernah ada. Episode ini membuatku merasa tidak nyaman. Banyak bagiannya yang membuat keningku berkerut bukan karena patut dipikirkan, tetapi lebih karena kelewat aneh dan beberapa lebih pantas dikatakan sebagai serangan tak terduga.  Awalnya, perasaan tidak nyaman ini hanya sesaat. Saat layar berhenti menampilkan episodenya, perasaan itu hilang. Namun saat dilihat lebih jauh, alasan ketidaknyamanan ini begitu kuat terasa worth untuk dibahas. Ketika mengetahui France Nuyen—aktris yang memerankan karakter Elaan—merupakan orang Perancis berketurunan Vietnam ( Vietnamese-French ), aku mulai bertanya, “Apakah ada sindiran terhadap budaya Timur di sini?” Yang aku maksud dengan budaya Timur di sini adalah kebiasaan makan dengan tangan, kecenderungan perempuan untuk “malu-malu” mengenai seks, dan ta’aruf. Jawabannya, mungkin saja.  Dugaanku ini berbasis pada teks atau segala ...

BANÁN #2: “une combinaison inférieure de la nature humaine”

Gambar
Judul di atas diambil dari  Histoire Générale Et Système Comparé Des Langues Sémitiques -nya Ernest Renan yang dikutip dalam buku Orientalisme-nya Edward Said. Tulisan ini merupakan catatan bacaan. Status: hlm. 229/549. *** Pertama-tama, ini waktu terlama yang kuhabiskan untuk menyelesaikan satu buku. Sudah lebih dari satu bulan, namun belum selesai juga. Selain karena terus dijeda oleh pengerjaan tugas, drama fangirl, dan kehidupan nyata, buku Orientalisme ini memang harus dicerna pelan-pelan. Sebagai makhluk  stoopid  tak terkira, aku merasa buku ini sangat rumit. Bukan hanya dari struktur kalimatnya yang rata-rata kompleks, tapi juga karena buku ini memuat banyak sekali nama penulis yang asing bagiku. Namanya saja sudah asing, apalagi tulisan dan ide-ide mereka. Itu sebabnya aku harus sabar dalam memahami apa yang Said coba sampaikan. Analisis dan penjabaran yang beliau berikan sangat jelas, tapi sebagai pembaca aku merasa Said kerap kali melompat dari satu b...

BANÁN #1: Aku menulis ini untuk berkeluh-kesah dan meluapkan emosiku.

Tahun ini dibuka dengan rumor Perang Dunia III. Jika bukan karena buku  How I Live Now- nya Meg Rosoff, aku mungkin sudah gila sekarang (terima kasih, buku). Walaupun relatif  functional , aku tidak henti-hentinya mendapati pikiran negatif dan skenario apokaliptik tumbuh dan hidup di kepalaku. Waktu bertemu dengan beberapa teman dari masa SMP—kecuali aku dan satu orang lainnya, mereka adalah mahasiswa bidang ilmu eksak—aku berusaha membicarakan kegelisahanku. Aku tanya, “Semisal kamu jadi ahli nantinya, apa kamu akan mendengarkanku atau saran dari teman-teman humaniora lainnya?” (bahasanya tentu diperhalus, tidak mungkin aku bicara seperti ini). Ini pertanyaan iya-atau-tidak, tapi tidak dijawab dengan pilihan yang ada. Masalahnya adalah, sama seperti para ilmuwan bidang kesehatan selama masa pandemik di Indonesia, kebanyakan ahli di bidang humaniora tidak didengarkan. Sama seperti ahli di bidang lingkungan, para aktivis, bahkan mungkin juga orang-orang sejarah. Dosenk...

Hamlet and Kafka

Hamlet and Kafka *** In what way is Shakespeare’s Hamlet modern? Hello, this is a continuation of my answer to the question for Survey of English Literature class. If you read my answer on Live, yes, it’s so bad. It’s unfinished. I’ve been having trouble with formal communication and sophisticated words. I can’t even use formal language when I deliver a presentation and/or when I teach. Although these lines are written in English, I doubt you will see the content of this post in English. *** Pengakuan: aku belum selesai baca Hamlet. Update: aku sudah selesai baca Hamlet ketika tulisan ini diunggah ulang. Sejujurnya, ini pertama kalinya aku benar-benar menikmati Shakespeare. Sebelumnya aku membaca Shakespeare karena terpaksa; Taming of the Shrew, Sonnet 18, Sonnet 73, Sonnet 116. Pengecualian, Sonnet 116 seru karena ada  fan fiction  yang ditulis berdasarkan itu. Tapi Hamlet menarik. Ada sesuatu dari Hamlet yang familiar buatku. Ternyata, setelah dibaca ...

Nakedly Mistakeful

Gambar
Nakedly Mistakeful Silvy Rianingrum *** Star Trek: The Original Series S02E25 "Bread and Circuses" There is constant pressure, undesirable pushes from all sides, for us to dream to be, to want to be, for us to truly become someone, another someone, somebody important. In a continuing search for decent tranquility, for a cease of clamor life throws at us, for everything jeopardizing the mind, we tend to lose ourselves in the voices. We scream, but only into the void. The scary grip of nightmares, the undeniable ever-growing pain produced by insecurities, the often-felt shudder from rejections, all combined, creep into ourselves through million open scars people have left bleeding from their mean scratches upon our skins. The search never ends nonetheless. “You are attributing your self-value to a set of standards that simply do not exist,” said Spock to Jim. [1]  These very words of Spock’s, written down beautifully by a talented fanfiction author, hit home. ...

PERSIAPAN SBMPTNKU HANYA SEBATAS MELIHAT JARUM JAM YANG BERGERAK LEBIH CEPAT. LALU, APA?

Gambar
PERSIAPAN SBMPTNKU HANYA SEBATAS MELIHAT JARUM JAM YANG BERGERAK LEBIH CEPAT. LALU, APA? Silvy Rianingrum source: Google. Berapa hari lagi sebelum akhirnya SBMPTN benar-benar datang? Sepertinya, aku sudah berhenti menghitung sejak satu minggu lalu. Hari-hariku begini saja, tidak ada kesibukan di tempat les beruangan dingin, tidak ada tumpukan buku tebal khusus SBMPTN, tidak ada kesempatan untuk bimbingan tambahan, tidak ada kumpulan soal yang secara khusus kusukai, hanya ada aku yang memandangi jarum jam yang bergerak lebih cepat. Di era digital ini, banyak orang yang membagikan kegiatan belajarnya melalui sosial media, terkadang dilengkapi dengan keterangan yang berbunyi: pencitraan. Oh, yaampun, teman-teman! Betapa hal itu membuat orang-orang sepertiku panik bukan kepayang! Aku belum belajar! Oh, Tuhan, bagaimana, bagaimana? Lalu, hanya ada embusan napas dan mata yang tetap fokus melihati jarum jam yang bergerak lebih cepat. Entahlah, teman-teman, tapi bagiku, proses bela...