Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

What if Dazai were wrong? What if we had never been human (to begin with)?

[Catatan ini ditulis pada bulan Januari dan diperbaharui setelah sesi konseling pada tanggal 17 Februari 2025] Osamu Dazai menulis No Longer Human yang menceritakan tentang Yozo Oba, seorang pria yang menjalani kehidupannya dengan berbagai macam topeng sesuai tuntutan masyarakat atas dirinya. Karena pengalaman hidupnya yang traumatis, termasuk perlakuan tidak manusiawi dan merusak tubuh yang dilakukan banyak pihak terhadapnya, Yozo merasa dia bukanlah manusia. Di sini, judul No Longer Human mengimplikasikan dua hal, yakni bahwa (1) adanya suatu masa di mana Yozo adalah manusia dan (2) masa itu dan ke-’manusia’-annya terhenti karena pengalaman traumatis tersebut. Ini kurang-lebih menggambarkan proses dehumanisasi. Pada mulanya, tulisan ini terinspirasi dari karya Dazai di atas. Namun, tulisan ini tidak mencerminkan pola yang sama: proses dehumanisasi berkepanjangan menyebabkan trauma hingga humanness tergerus habis. Tulisan ini membahas identifikasi diri sebagai bukan-manusia. Bagai...