Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Franz Kafka: A Chameleon

Sejak mengetahui bahwa Milan Kundera dalam bukunya mengkritik “penyajian” Kafka bagi para pembacanya , aku tidak bisa berhenti memikirkan “kepalsuan” Kafka. Menurut Kundera, Kafka ditampilkan sedemikian rupa hingga dia bukan lagi Kafka yang sebenar-benarnya, melainkan Kafka yang diciptakan oleh Max Brod dalam bidang yang disebutnya sebagai Kafkology . Aku sebetulnya tidak ingin percaya. Akan tetapi, semakin banyak aku membaca soal Kafka, semakin aku yakin bahwa Kafka yang kukenal bukanlah Kafka—tentu saja, aku tidak mengenalnya sebagaimana kata “mengenal” itu dipahami banyak orang. Tidak kusangka, dia yang telah kukenal selama kurang lebih empat tahun ini mengabur dalam hidupku dan redup begitu saja. Aku laksana seorang pengelana yang tinggal di dalam gua dan Kafka ialah lentera penerangnya. Dalam catatan hariannya yang bertanggal 9 Juli 1912, Kafka menulis, “ My dear Max, Here is my diary. As you will see, I faked a little because it was not intended for me alone. I can’t help tha...