Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

#26 Sepanjang Jalan Neoliberal

Namamu, Dik, jelas nyata dalam benakku saat kutukar-tambah masa depan kita ke pabrik Inginnya segera halal, tapi bahkan seribu kaki lipan  takkan mampu menopang beratnya beban pada punggungku Bukan aku berdalih, bukan juga ingkar janji hanya saja paceklik ini sangat mencekik,  sulit bagiku bahkan untuk sekadar berbagi  napas denganmu Enggan berhutang, tak ingin jual badan meski permintaan tinggi, maaf…  dengan gajiku, bahagiamu kuhargai sangat rendah  Rusak nian masa depanmu bersamaku  dan kian retak aku dihantam kenyataan:  mahalkah reparasi ekspektasi? Adakah cinta kita serupa aplikasi berbayar?  terlambatkah untuk membatalkan langganan  yang tak mampu kubayarkan ini? Larut malam membakarku di ranjang,  keraguan ialah bara apinya;  sanggupkah kita saling mencintai  sepanjang jalan neoliberal ini?

Almond: Menjadi Berbeda dan Pergulatan Menuju Keintiman

Gambar
[Catatan baca tertanggal 29 Januari 2025] Aku baru selesai membaca buku Almond karya Sohn Won-pyung. Awalnya, aku hanya membaca karena beberapa anggota BTS membaca buku ini dan kudengar, lagu Amygdala -nya Yoongi terinspirasi dari kisah ini. Setelah membacanya, I came to love it too . Selama membaca, ada banyak perasaan yang datang menghampiriku. Jika aku bisa menuliskan daftar perasaan yang muncul saat membaca buku ini, kurasa daftarnya akan cukup panjang. Jadi, aku hanya akan menuliskan beberapa saja. Saat membaca Almond, aku merasa: 1. kewalahan dan kalah dengan perasaan frustasi. Bagaimana caranya aku bisa membuat orang lain mengerti bahwa menjadi berbeda bukan berarti salah? Apa yang bisa kulakukan untuk menolong Yunjae? Kenapa aku merasa dia butuh pertolongan, padahal dia tidak merasa apa yang dilaluinya sebagai suatu masalah? Apa aku merasa lebih baik darinya? Apakah ini kesombongan? 2. takjub akan penulisan cerita ini karena narasinya terasa sangat manusiawi dan natural. Gaya...