Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

BANÁN #4: "By gaining global 'sympathy,' we will enhance Japan's brand power and strengthen Japan's soft power by increasing the number of foreigners who have a love for Japan (Japan fans)."

Gambar
[Pemantik:  Saat menonton 10 Dance , aku mempertanyakan bagaimana bisa Jepang “meminjam” produk budaya Kuba dan menampilkan sebagaimana bisa disaksikan dalam film tersebut? Aku terheran-heran, kenapa Jepang begitu sering meminjam tanpa konsekuensi ataupun accountability ? Apakah peminjaman itu termasuk appropriation ? Apakah peminjaman itu punya konteks sosiopolitis atau historis tertentu? Seberapa banyak dari peminjaman itu yang termasuk representasi? Representasi seperti apakah yang diniatkan oleh Jepang? Atau, seperti Haruki Murakami dalam perbincangannya dengan Mieko Kawakami, kebanyakan creator Jepang cenderung bernalar dangkal yang melakukan sesuatu out of habit ? Namun, kenapa habit itu seolah tidak pernah ditantang dan ditentang status quo -nya?] *** Mencuci piring bisa jadi hal yang menenangkan untuk dilakukan. Sensasi sejuknya air menyentuh kulit. Perasaan lega melihat yang kotor dan berserakan menjadi bersih dan tertata. Benar, mencuci piring bisa jadi hal yang menenang...

MILCH #1: “Biarin aja. Dia cuma cari perhatian.” dan Perhatian sebagai Kebutuhan Dasar Manusia

Bagi orang-orang yang baru mengenal Silvy dan belum cukup mengenal diri mereka sendiri, aku dengan cerita-cerita tentang terapiku cenderung terlihat sebagai pencari perhatian; terutama ketika aku menangis di ruang publik, membagikan anything tentang kematian, dan membagikan cara coping. Pandangan ini begitu menjamur di lingkunganku, juga pada orang-orang yang kutemui di berbagai situasi sosial lainnya. Setiap kali disebut attention seeker , hanya ada satu hal yang melintas di kepalaku: menarik. Bukannya mengenai sisi emosionalku, komentar itu justru bikin aku penasaran. Kok komentar itu dan sejenisnya bisa lumrah, ya? Kenapa? Padahal, perhatian adalah kebutuhan dasar manusia dalam semua hubungannya. Perhatian adalah salah satu hal yang membuat kita merasa dicintai. Perhatian mengisi tangki cinta kita. Perhatian yang memadai adalah bare minimum. Nah, masalahnya: Perhatian seringkali cuma dianggap penting dalam hubungan romantis. Sebegitu pentingnya, sampai pertanyaan “Dia perhatian?”...