Fiksi Mini #5: Kutukan Ketukan

    “Seseorang akan mengetuk pintumu dengan begitu percaya diri. Ketukan itu mengalunkan lagu yang begitu familiar, namun usang di telingamu. Ketika ketukan itu berulang kali menyambarmu yang meringkuk di kasurmu dan menyelimutimu dengan kepingan-kepingan kenangan berkilauan seperti lampu berkelap-kelip dalam sebuah upacara suci dinamakan mengingat, kamu akan mati suri sebentar saja, sebelum bangkit. Ketukan itu akan menghantam dinding-dinding rumahmu dan meleburkannya ke tanah, kemudian meninggalkanmu tanpa perlindungan. Ketukan itu membawakanmu begitu banyak buah berair yang menghilangkan dahaga, namun entah bagaimana membuatmu lebih lapar dan lebih haus dari sebelumnya. Ketukan itu membagikan kepadamu seribu semut-semut yang menggigiti sekujur tubuhmu, tapi entah bagaimana rasanya tidak apa-apa."

    Siapakah gerangan di balik ketukan terkutuk itu? Apakah gerangan kutukan ketukan itu? Tidak ada yang tahu kecuali dirimu sendiri. Meskipun beribu ketukan menghampiri pintumu, tak satu pun mengalahkanmu begitu rupa, kecuali yang satu itu, yang menjerumuskanmu ke jurang kehancuran yang di bawahnya mengalir sungai susu berperisa stroberi. Dan, meskipun telah runtuh semua pertahananmu, pintu itu berdiri tegak dan karena kehancuran itu tidak tampak bagi si pengetuk, ia menunggu jawabanmu, “Aku tidak akan tinggal begitu lama,” katanya. Namun, telingamu menangkapnya, “Aku akan tinggal selamanya,” dan menurutmu itu janji yang bagus. Ketika kamu menghampiri pintu itu dan membukanya dengan lapang dada, kamu menemukan si pengetuk menyublim, bersama udara dia menghilang.

    Apa yang tersisa dari kutukan itu, kecuali peluh pada dahi kala mimpi buruk menyergap dan upacara suci beserta alunan lagu magis mengalunkan namanya? Apakah yang tersisa kecuali reruntuhan yang tak seorang pun bisa perbaiki? Apakah yang tersisa kecuali satu nama yang manis dan begitu lekat di bibir, namun tak bisa diucapkan? Apakah yang tersisa kecuali ketukan yang menyelinap masuk, menjadi beban detak yang meneruskan kehidupanmu dan menjadi bagianmu? Apakah yang tersisa selain kutukan dari ketukan itu?

2021, May 2.