Fiksi Mini #3: Kutukan atau Rahmat?

Kutukan atau Rahmat?

Semua manusia dilahirkan dari rahim seorang wanita. Namun, gadis itu dilahirkan dari hasil perkawinan putik dan serbuk sari, yang kemudian muncul sebagai seorang perawan manis dan harum. Gadis itu putri kesayangan, Ibu dan Bapa Bunga sedang sibuk mencari lelaki yang hendak menikahi putri mereka. Banyak dari penyaksi, yang berbondong mengagungkan kecantikan si gadis kala musim berbunga, hendak dipilihkan untuk si gadis. Akan tetapi, tak seorang pun dari penyaksi itu yang ingin menikah dengan putri mereka.

Gadis itu menunggu dengan sabar. Setiap malam, ia ceritakan pada dedaunan betapa tak adil hidupnya lantaran dilahirkan bukan dari rahim seorang wanita, melainkan dari perkawinan dua buah bunga. Rasa sepinya terus mendesaknya agar segera menikah, supaya bisa dirinya melahirkan seorang anak manusia yang segar dan sehat. Namun, lelaki dari para penyaksi kecantikannya itu seperti tak menyukai gadis cantik, mereka menggeleng saat ditawari oleh Bapa bunga untuk menikahinya. Kurang apakah aku? Tanya si gadis. Gadis itu cantik, harum, manis dan sedang terbuka untuk seorang pendamping, yang ingin memetiknya dan membantunya tumbuh menjadi wanita yang didambakannya. Apakah ini kutukan, ataukah rahmat?